PROSES WORK AND HOLIDAY VISA (SC 462)

Aku pertama kali tau tentang visa ini dari salah satu teman couchsurfing Amerika yang datang ke kota ku.. Rencana awal perjalanannya setelah Indonesia adalah Australia, dan kebetulan dalam sharing nya lewat e-mail dia juga menyarankan aku untuk mencari info tentang visa ini. Dan memberi kabar gembira kalau kuota visa ini untuk Indonesia di tambah menjadi 1000 orang dari sebelumnya hanya 100 orang! Kebetulan kondisi visa Work and Holiday Amerika dan Indonesia adalah sama, yaitu subclass 462. Thanks to Andy! Berkat info darinya aku bisa ke Australia, langsung saja aku wara-wiri cari informasi sendiri by googling demi my dream come true. Well, tanpa panjang lebar langsung saja aku paparkan dibawah ini.

Continue reading

CAP SAKTI PERTAMA-KU

“Hey! Finally I can backpacking solo abroad!!”

Yeah, itu sekitar tiga bulan yang lalu (akhirnya sempat juga aku sharing disini). Setelah menunggu hasil pengajuan cuti aku dengan berdebar-debar (berharap masih ada sisa cuti yang panjang), dan akhirnya keluar juga, duhh, cuma 8 hari doank! Tapi, puji Tuhan, itu cukup untuk liburan musim panas kali ini.

Aku memutuskan untuk mencoba backpacking sendiri. Hmm, tidak jauh juga sih, hanya ke negara tetangga di Sarawak, Malaysia. Tetapi, bagi aku, ini sudah termasuk pencapaian yang luar biasa, menggingat gadis-gadis lain se-umuran aku (yang masih muda ini 😀 ) tidak berani travelling sendiri, jika pun ada mungkin tidak banyak. Hehe!

Keinginanku untuk berpetualang sangat mengebu-gebu kala itu, bagaikan seorang pria yang berdebar-debar ingin melamar gadis pujaannya, apalagi setelah bertemu para backpacker dari negara-negara eropa sana, saling berbagi cerita seputar pertualangan mereka malah semakin membangkitkan hasratku. Continue reading

UNKNOWN

26 Oktober 2012

“Oke, see you soon”

Kututup telepon dengan sedikit perasaan cemas dan ragu. Wah, gimana nih, itu orang belum pasti ada disana lagi, jadi gak ya pergi kesana?? Otak ku di liputi berbagai options, lengkap dengan berbagai analisis positif dan negatifnya.

“Well, tetap harus pergi, apapun yang terjadi nanti, hadapi!”

Akhirnya, aku kembali mempersiapkan baju-baju kedalam ransel yang tadi masih menungguku. Berikut camilan dan beberapa food supply yang tadi aku beli. Juga dengan perasaan yang excited! I’m going to taste the new adventures by myself.

Yah, aku kali ini nekat menyusul lovely friend-ku disana, di pulau yang tidak jauh dari kota yang sudah aku tinggali belasan tahun ini, tapi belum pernah sekalipun kesana.  Aku pikir, ini lah saatnya kesempatan yang aku tunggu-tunggu tiba, menjelajahi pulau itu. Kapan lagi?

Tapi aku harus pergi kesana seorang diri. Beranikah aku? Dari hatiku yang paling dalam ada sedikit gugup. Biar bagaimanapun aku hanya seorang wanita, yang perlu pendamping, demi keselamatanku sendiri dalam perjalanan nanti. Hanya dengan modal nekat, aku teguhkan rencana aku ke pulau Lemukutan setelah mencari berbagai informasi “how to get there” dari teman ku disana.

“Ah,,, I will see you soon brosky,, I miss you already, jadi gak sabar pengen ketemu!” Akhirnya aku tertidur setelah dari tadi memikirkan apa yang akan aku hadapi besok. Yang pasti harus bangun pagi,  I don’t wanna missed the boat! Continue reading