HAPPY CHINESE NEW YEAR


Gong Xi Fa Chai!! Gong Xi Gong Xi 🙂

Wah, nga terasa waktu begitu cepat berlalu,, sekarang sudah memasuki bulan kedua ditahun 2014 ini.. Begitu juga karena ke absenan ku untuk memperindah blog ini dengan berbagai catatan-catatan atau kisah menarik lainnya menjadi tertunda. Sebenarnya banyak bahan untuk diceritakan, cuma kemarin sempat sibuk tingkat dewa karena mengurus Visa Work Holiday aku ini.. Dan nanti pasti akan aku bahas… tunggu aja! 😉

Baydewey,, gimana perayaan imlek nya nih sodara-sodara? Haha.. menarik? Seru banget? unforgetable? atau bosen banget?

Apapun perasaan yang dirasakan, masing-masing punya pengalaman tersendiri. Dan menurut aku pribadi, perayaan imlek tiap tahunnya punya fase tersendiri.

Waktu masih anak-anak, seneng banget dengan yang namanya IMLEK, asli masih terasa banget excited tiap hari pertama. Bangun pagi-pagi, uda pake baju baru warna merah, nyicipin kue lapis dan kue-kue lainnya. Trus yang paling penting nih,, nagih Angpao sama orangtua. Hehe. Uda gitu tiap berkunjung ke rumah sodara pasti nga pernah absen.. Yahh, biasa.. kalo nga ikut, nga kebagian angpao dari paman atau pun bibi. Begitu lah waktu masih anak-anak.

Ketika memasuki usia remaja, kadar excited nya uda mulai berkurang, meski untuk mendapatkan Angpao masih sangat-sangat diharapkan. Hahaha.. Tetapi kadang Angpao yang diterima malah berkurang jumlahnya. Kemudian, ada satu perasaan bosan stadium awal yang aku sendiri nga tau apa penyebabnya. Mungkin faktor “U” yang jadi penyebab nya.

Dan, memasuki usia yang bertambah, menjadi pribadi yang semakin dewasa. Perayaan imlek menjadi hambar, sama seperti hari-hari biasa. Entahlah, apakah hanya aku yang merasakan, atau yang lainnya merasakan hal yang serupa? Atau karena tuntutan pekerjaan yang membuat perayaan imlek hanya menjadi ajang untuk beristirahat sepuas-puasnya di rumah sebelum kembali bekerja. Ketika diajak untuk berkunjung kerumah teman pun rasanya ogah-ogahan. Angpao pun tidak lagi di dapat, malah kewajiban kita untuk memberikan Angpao kepada orangtua. Apalagi jika ditambah kekasih tidak pulang dan tidak bisa merayakan bersama, rasanya makin hambar. Hahaha…

Tetapi, ada satu yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu perasaan bersyukur kepada Tuhan, karena kita masih bisa merayakan dan melewatkan Imlek-imlek berikutnya, meski kadang rasanya hanya itu-itu saja, kita tetap harus bersyukur.

Well,, sekilas curhatan nga jelas aku kali ini. Tiba-tiba aja hasrat untuk menulis kambuh sehingga untuk buat postingan kali ini hanya perlu beberapa menit! Owee mantap!!

Sekali lagi, Gong Xi Fa Chai! Semoga Tuhan selalu memberkati kita semua dan menjadi pribadi yang semakin dewasa dan menebarkan kebaikan di dunia! Haha,, sok bijak dadakan 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s